Jumat, 29 April 2011

Fan Fiction Jaeshin Saranghe part 3

Wah gak nyangka ternyata banyak yang nunggu. Mianhe yah lama keluarnya soalnya author gak rela jae shin ada scene romantic ama Due Yun. Ckck… sebelum author dilempar duit gobangan ama reader langsung aja chekidot… ^_^
Fan Fiction Jae Shin Saranghe ^_^ part 3
Cast:
Yoo Ah In as Moon Jae Shin
Seo Woo as Kim Due Yun
Part 3.
Sejak kejadian di pasar, Due Yun sudah bertekad untuk melupakan si penolong misterius. Due Yun tidak lagi memikirkan pria itu yang bahkan sampai saat ini tidak diketahui namanya. Butuh waktu sebulan bagi Due Yun untuk melupakan penolongnya itu. Setelah yakin hatinya sudah kembali tertata rapi, Due Yun memberanikan diri meminta sesuatu pada ayahnya.

Sengaja Due Yun menemui ayahnya yang sedang istirahat sambil minum teh. Due Yun masuk dan dengan sedikit takut bertanya pada ayahnya. “abeoji, sayang padaku kan?albeuji ingin aku bahagia kan?”tanya Due Yun penuh harap. Ayahnya terkejut dengan pertanyaan itu dan menoleh kearah Due Yun “ tentu saja. Ayah mana yang tidak mau melihat putrinya bahagia Due Yun?”. “pernikahan ini, aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak kucintai abeoji”. Ayahnya terkejut karena menyangka Due Yun akan menolak dan membatalkan pertunangan itu. “apa maksudnya? kau tidak menginginkan pernikahan ini?”tanya ayah Due Yun marah. Due Yun langsung menggelengkan kepalanya “bukan…bukan seperti itu abeoji, tapi apakah bisa aku bertemu dengan calon suamiku sebelum pernikahan. Aku ingin mengenalnya lebih dekat. Bisakah?” Due Yun bertanya penuh harap. Ayahnya bernafas lega dan tertawa “ ha… jadi seperti itu. Putriku ingin bertemu dan jalan-jalan dengan calon suaminya. Tentu.. tentu itu bisa diatur. Asal kau bisa menjaga batasan hubungan antara laki-laki dan wanita. Arrasho?”. Mata Due Yun berbinar-binar melihatnya dan tersenyum senang. “ iya abeoji, aku hanya ingin bertemu dengannya sekali saja.” Ucap Due Yun riang. Ayah Due Yun pun berjanji akan membicarakan hal itu dengan menteri Moon. Due Yun keluar dari ruang kerja ayahnya dengan hati lega. Setidaknya ia tahu siapa yang akan jadi suaminya kelak.

Sesuai permintaan Due Yun, ayahnya membicarakan hal itu dengan Menteri Moon. Menteri Moon setuju diadakan pertemuan sekaligus meresmikan hubungan pertunangan kedua anak mereka. Jadi sebelum pernikahan mereka berdua akan bertunangan dulu agar lebih mengenal.

Menteri Moon menunggu Jae Shin pulang dan memberitahu kalau besok akan diadakan perjamuan di kediaman tuan Kim sekaligus meresmikan pertunangan Jae Shin dengan putri keluarga Kim. Menteri Moon: “kau setuju dengan rencana ini kan?”
Jae Shin hanya tersenyum kecut “walau aku tidak setuju ayah tetap akan melangsungkan pernikahan itu kan? Sejak awal aku sadar hidupku ini bukan lagi milikku.” Jae Shin lantas melengos pergi ke kamarnya tanpa memperdulikan ayahnya. Di kamar Jae Shin merenung mungkin sebaiknya dia belajar menjadi anak yang patuh seperti kakaknya. Yah kakaknya pasti akan langsung setuju dengan semua keputusan ayahnya. Jae Shin juga berpikir mungkin sudah saatnya dia benar-benar melepas cinta pertamanya Kim Yoon Hee. “ arrgghhhh….” Jae shin berteriak frustasi memikirkannya…

Sementara di kediaman keluarga Kim. Due Yun yang mendapatkan kabar perjamuan itu terlihat gembira. Ia sudah tidak sabar melihat calon suaminya. Yah setidaknya ia akan mulai belajar mencintai calon suaminya itu. Karena Due Yun ingin menikah dengan orang yang ia cintai sementara ia tidak ingin menyakiti hati orangtuanya terutama ayahnya yang sangat antusias membicarakan pernikahannya. Satu-satunya cara adalah mulai membuka hatinya untuk calon suaminya itu. Apalagi ia pernah juga patah hati dengan sosok pria misterius, pahlawan yang sudah menolongnya. ( kira-kira Due Yun gembira atau sedih yah kalau tahu ternyata calon suaminya adalah Jae Shin si penolongnya???)

Hari-H kediaman keluarga Kim telah dipenuhi oleh kerabat dan juga calon besan kelurga Menteri Moon. Acara hari itu hanya keluarga dan kerabat. Kolega tidak banyak diundang. Due Yun sudah duduk beramah tamah dalam perjamuan itu. Bibi dan Ayah Jae Shin memuji-muji Due Yun sebagai anak yang cantik dan tipe istri ideal. ( wkwkwk… itu mah aku banget ^_^)
Due Yun yang mendengarnya hanya tersipu malu. Tapi sudah sejam acara perjamuan dimulai ia masih juga belum melihat Moon Jae Shin yang menjadi tunangannya. Due Yun terus melihat kearah pintu masuk. Menteri Moon bertanya “ sudah tidak sabar menunggunya? Tenang saja anakku pasti akan datang. Mungkin ada urusan penting di kepolisian sehingga ia datang terlambat”. Bibi Jae Shin ikut menimpali “ sudah… sudah lihat wajahnya sudah memerah menahan malu. Ia pasti sangat tegang yah?” Due Yun hanya tersenyum dan bilang bukan seperti itu ia hanya penasaran saja.
Akhirnya Jae Shin datang juga. “ maaf saya datang terlambat” kata Jae Shin sambil membungkukkan badan. Due Yun langsung menoleh kearah Jae shin. Alangkah terkejutnya ia melihat Jae Shin. Due Yun mengenali Jae Shin sebagai pria yang pernah menolongnya. Due Yun sedikit tegang karena terakhir kali ia bertemu Jae Shin membentaknya karena risih diikuti ole Due Yun. Sementara Jae Shin menatap wajah Due Yun yang terlihat panic, Jae Shin merasa pernah melihat Due Yun. Menteri Moon mengenalkan Jae Shin pada Tuan Kim dan keluarganya.
Due Yun dan Jae Shin saling memperkenalkan diri. Jae Shin duduk bersebelahan dengan Due Yun. Jae Shin terus menatap Due Yun penasaran. Due Yun yang merasa diperhatikan Jae Shin hanya menunduk dalam, Due Yun takut Jae Shin mengenalinya. Bibi Jae Shin yang melihat tingkah aneh Jae Shin menggoda Jae Shin. Bibi Jae Shin bertanya “ aigooo Jae Shin~ah kenapa ka uterus memandang Due Yun?apakah Kau begitu terpesona oleh kecantikannya?”. Jae Shin hanya tersenyum kecil “ aniyo, tapi sepertinya wajahnya tidak asing. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya nona Kim?”. Jae Shin bertanya pada Due Yun. Due Yun spontan menggeleng sambil mengibas-ngibaskan tangannya “ aniyo… kita belum pernah bertemu sebelumnya”. Lalu ayah Due Yun menyuruh Due Yun mengajak Jae Shin berkeliling sekitar rumah dan menunjukkan taman di kediaman Kim. Due Yun hanya mengangguk menuruti perintah ayahnya. Mereka berduapun keluar rumah berjalan-jalan. Selagi keduanya keluar, Menteri Moon dan Tuan Kim membicarakan tentang pernikahan Jae Shin dan Due Yun skaligus menentukan tanggal bagus. (wah..wah yang mau nikah aja gak diajak berunding ckckck….)

Due Yun memperkenalkan semua ruangan yang ada di rumahnya dan Due Yun pun mengajak Jae Shin ke taman keluarga. Selagi Due Yun menjelaskan panjang lebar tentang keluarganya, Jae Shin yang bosan pergi entah kemana meninggalkan Due Yun yang bicara sendiri. (untung gak ada orang, bisa-bisa disangka gila tuh Due Yun tersenyum dan bicara sendiri wkwkwk…). Setelah 5 menit berjalan pas Due Yun menoleh dia tidak mendapati Jae Shin di mana-mana. Due Yun berusaha mencari Jae Shin sekitar taman tapi tetap tidak menemukannya. Karena putus asa mencari akhirnya Due Yun duduk dibawah pohon. Ia pun mengeluh kalau ia tidak bisa kembali sekarang karena pasti ia akan mendapat banyak pertanyaan. Jika tahu begini ia akan membawa buku bacaannya untuk mengisi waktu. Due Yun menghela nafas panjang. “ huh kemana dia? Gerakannya cepat sekali seperti hantu. Sekarang apa yang harus aku lakukan. Hmm… aku tunggu saja di sini sebelum kembali ke dalam.” Gumam Due yun. Due Yun akhirnya menyenderkan kepalanya ke batang pohon dan ia pun tertidur di bawah pohon. Ternyata Jae Shin sedari tadi memperhatikan Due Yun, ia juga mendengar semua yang diucapkan Due yun. (haha… ternyata Jae Shin sembunyi dengan nangkring di atas pohon wkwk…)
Setelah beberapa menit melihat Due Yun tertidur pulas, Jae Shin langsung turun dari atas pohon. Ia mendekati dan kembali melihat wajah Due Yun. “ternyata memang benar dia gadis yang waktu itu” gumam Jae Shin meyakinkan. Ternyata Jae Shin sudah ingat tentang Due Yun gadis yang pernah tak sengaja ia buat menangis. Karena Jae Shin paling tidak suka melihat seorang gadis menangis maka ia akan berpura-pura tidak ingat kejadian sebelumnya. Jae Shin pun duduk di belakang pohon. Jae Shin menunggu Due Yun bangun. Oalah kencan yang aneh^^

Setelah menunggu 2 jam Due Yun tidak kunjung bangun juga, Jae Shin mendekati Due Yun dan membangungkan Due Yun dengan kakinya. Ckckck… oh Jae Shin~ah sopan sekali kau oppa ^^
Jae Shin terus menendang kaki Due Yun dengan kakinya.. “ yak! Sampai kapan kau mau tidur hah? Gerutu Jae Shin kesal. Akhirnya Due Yun membuka matanya dan merentangkan tangannya karena pegal. Mata Due Yun langsung membulat saat melihat jae Shin berdiri di hadapannya dengan tampang juteknya. “ oppa… sejak kapan kau disini?” tanya Due Yun kaget.

Jae Shin tidak menjawab langsung berjalan menjauh sambil berteriak “ aku ingin pulang!”. Due Yun langsung bangun dan mengejar Jae Shin.

Beberapa hari setelah kejadian itu, entah ini rencana ayah Jae shin atau ayahnya Due Yun. Jae Shin dan Due Yun kembali bertemu (hehe… kencan kedua^^). Kali ini Jae shin mengajak Due yun ke taman dan menyuruhnya duduk di bawah pohong yang rindang. Due yun sangat senang dengan perlakuan Jae shin. (udah berbunga-bunga tuh!!!) lalu Jae shin mengeluarkan setumpuk buku di hadapan Due Yun. Due Yun bingung melihatnya. Jae shin menyuruh Due Yun untuk membaca semua buku itu. “mwo?” kaget Due Yun. Jae Shin tidak mengindahkan protes due Yun dan langsung mengambil tempat di bawah pohon yang lain dan tidur. Due Yun kesal bisa-bisanya Jae shin melakukan ini padanya saat mereka sedang bersama. Due Yun kesal dan menjulurkan lidahnya meledek Jae Shin yang tertidur di bawah pohon. Due Yun lalu memandang Jae Shin yang tertidur. Dalam keadaan tidur pun Jae shin tetap terlihat tampan pikir Due Yun. “ dia begitu baik, semoga saja ini menjadi awal yang baik untuk kami berdua” batin Due yun lalu ia mencoba membaca buka bacaan yang diberikan Jae Shin. Ternyata buku yang dibawakan Jae Shin cukup menarik dan Due yun pun terlarut dalam bacaannya.

Setelah 2 jam tertidur Jae Shin pun terbangun. Melihat Jae Shin bangun Due Yun menutup bukunya dan bangkit dari duduknya. “ oppa aku ingin pulang” kata Due Yun. “ baiklah aku antar kau sampai rumah” Jae shin lalu bangkit dan mulai berjalan, Due Yun berjalan mengikuti Jae shin dari belakang. (lha ini katanya mau nganter pulang eh malah dia yang jalan duluan ckck..)
Salaam perjalanan pulang Due Yun tak henti-hentinya tersenyum senang. Due Yun senang karena Jae Shin mau mengantarnya pulang. Sementara Jae shin seperti biasa dengan tampang cueknya.
Sesampainya di pintu gerbang rumah Due Yun, Due Yun mengucapkan terima kasih pada Jae Shin. “ gomawo oppa” kata Due Yun lalu menciu pipi Jae Shin sekilas. Jae Shin tampak kaget menerima perlakuan Due Yun. Jae Shin tersadar dan mulai cegukan lagi. (yah kambuh lagi penyakit lamanya padahal kan udah hampir sembuh ^^). Due Yun setelah mencium pipi Jae shin langsung berlari masuk ke dalam rumah dengan wajah merah. Due Yun merasa malu sekali karena sudah bertindak bodoh. (tenang Due Yun aku juga kalo berhadapan ma Jae shin bakal ngelakuin hal bodoh juga wkkwk ^_^). Sementara Jae Shin yang sudah tersadar dari keterkejutannya melihat Due Yun yang berlari masuk. Jae shin hanya tersenyum sinis sambil bilang “ gadis aneh!” (oh oppa aku bukan aneh oppa. Aku hanya terlalu mencintaimu wkwkwk….)
Jae Shin lalu berbalik pergi meninggalkan rumah keluarga Kim.

-TBC-
Note : apakah Jae Shin bisa membuka hatinya untuk Due Yun? Mungkin kah Jae Shin bahkan mencintai Due Yun?
Bagaimana perasaan Due Yun saat melihat cinta pertama Jae Shin Kim Yoon Hee? Apalagi setelah melihat Jae Shin yang memandang Yoon Hee dengan penuh cinta. Apakah pernikahan mereka akan tetap berlangsung? Tunggu kelanjutannya yah. Mianhe pikunya dikit ^^




5 komentar:

iis RF mengatakan...

mianhe yang nunggu part 3 kelamaan. susah cari pikunya ^^. selanjutnya part terakhir juga gak bs janji mau diposting kpn. msh blom dibuat soalnya hehe ^^
mian juga part ini pendek bgt! hehe... cuma nambahin dikit.

syaoran mengatakan...

jiah tbc.... lalu epepq kapan?????????? pokoknya habis ni epepq langsung 2 part.... g pake 2 part-2partan segala... titk.................................................................................................................................................................................................................................................

iis RF mengatakan...

jyyyaaaahhhh langsung nongol... syaoran. kan aku dah bilang epepmu ntar klo aku dah buat tuntas sampai part 2 baru dah diposting. ckckck... gah sabaran ni yeh hehe ^^

Iya RF mengatakan...

Hahaa ribut aja nich b'2..

Pokoke iya mah sgt b'hrp happy happy ye..ke iya mah sgt b'hrp happy happy ye..

Anonim mengatakan...

Ayo mb Iis.. lanjutin FF nya.. hehhehe ditunggu nih :D

Ada kesalahan di dalam gadget ini