Senin, 25 April 2011

Sinopsis Hyunhaetan Marriage War episode 1 part 2

Review . Dae Chun memberitahu ayahnya kalau gadis yang ia cintai bukanlah Choi Do Ja. Gadis itu bernama Suzuki Takako, seorang gadis Jepang. Takako ikut berlutut memohon maaf pada ayah Dae Chun. Dae Chun memohon pada ayahnya agar menyetujui hubungan itu. Ayah Dae Chun terkejut mendengarnya sampai menjatuhkan botol soju yang dipegangnya. Ketiga kakaknya juga terkejut mendengarnya. Ayah Dae Chun langsung berdiri dan mengatakan keberatan, ia bilang ia tidak akan pernah merestui hubungan itu. Ketiga kakaknya juga ikut marah dan memukul-mukul Dae Chun. Dae Chun hanya pasrah dipukul oleh ketiga kakaknya. Takako yang melihat berusaha menolong dan meminta untuk tidak memukul Dae Chun lagi. Kakaknya sangat marah dan kesal dengan Takako lalu mendorong Takako hingga jatuh. Ayah Dae Chun yang lagi marah-marah tiba-tiba teriak kesakitan. (kayaknya kena serangan jantung tuh wkwkwk…)






“ayah….ayah…” teriak ketiga kakaknya Dae Chun sambil menghampiri ayahnya. Dae Chun melihat ayahnya yang kesakitan lalu ia melihat Takako yang jatuh pingsan. Wkwkwk… Dae Chun bingung mau menolong yang mana. “hwaa… apa yang harus aku lakukan ayah!” teriak Dae Chun kebingungan. (pokoknya suasananya heboh deh scene ini wkwkwk… ^_^ ). Akhirnya ambulans membawa keduanya ke Rumah Sakit.

Selang berapa lama, ayah Dae Chun sudah keluar dari Rumah Sakit ditemani ketiga putrinya. Ayah Dae Chun bertanya kemana Dae Chun.  “ ia sedang menunggui gadis itu, Takako atau apalah namanya”. Jawab kakak Dae Chun kesal sambil terus berjalan. Ayah Dae Chun yang mendengarnya sedikit sedih.

Sementara itu Dae Chun sedang menunggui Takako di ruang rawat. Takako masih terbaring tak sadarkan diri. Dae Chun sedih melihat keadaan Takako “ aku minta maaf Takako. Aku tidak pernah bermimpi kejadiannya akan seperti ini”. Lalu Dae Chun menggenggam tangan Takako sambil terus menatapnya sedih. “ tolong buka matamu! Aku tidak akan meninggalkanmu hingga kau bangun. Cepatlah kau sadar, Takako” kata Dae Chun sedih. Lalu ponsel Dae Chun bordering, Dae Chun melihat ponselnya dan ragu menjawabnya. (pasti dari ayahnya tuh wkwkwk…)
Dae Chun mendatangi ayahnya dengan wajah sedih. Ayahnya bertanya apa gadis itu sudah siuman? Dae Chun menggeleng dan menjawab kalau Takako masih belum sadarkan diri. Lalu ayahnya menyuruhnya pergi. Dae Chun lantas kaget dan menolak “ ayah apa maksudmu?”. Ayahnya terus saja memaksa Dae Chun masuk ke dalam taksi. Wkwkwk… kepalanya Dae Chun didorong masuk dalam taksi. Dae Chun berusaha berontak tapi ayahnya terus mendorongnya masuk dan taksinya pun jalan. Dae Chun kesal sekali dan Cuma bisa memasang wajah kesal kepada ayahnya dan berteriak “mau kemana kita?”




Di Rumah Sakit, Takako sudah siuman. Saat ia sadar ia mendapati Dae Chun tidak menunggunya. Takako sedih sekali, ia merasa telah ditinggalkan. Takako menangis sedih lalu ia melihat orangtuanya datang. Takako kaget sekali dan bertanya mengapa ayah dan ibunya bisa ada di situ?. ibunya menghampiri dan membelai Takako dengan sedih. Ayahnya marah dan menyuruh Takako segera pulang ke Jepang. Takako menolak pulang ke Jepang, ia ingin tetap berada di Korea. Ayahnya tambah marah dan bilang kalau ayahnya sudah mendengar semuanya. Ayahnya juga bilang agar Takako jangan lagi menginjakkan kakinya di Korea. Takako hanya bisa menangis.


Ternyata ayahnya Dae Chun mengajak Dae Chun ke dermaga. ayahnya langsung naik ke kapal itu. Dae Chun berusaha menghalangi ayahnya “ ayah kau tidak bisa melakukan itu. Hentikan sekarang juga”. Ayahnya balik bertanya “ Dae Chun kau tahu sejarah kapal ini?”. Dae Chun menjawab “tentu saja aku tahu. Bukankah itu kapal yang ayah beli dan sekarang jadi barang rongsokan. Bagaimana mungkin ayah akan membawanya ke laut?”. Ayahnya bilang “ tentu saja, bagimu kapal ini hanya barang rongsokan tapi dalam hatiku  ini menggambarkan rasa ketidakadilan dari penderitaan yang kualami” sambil menepuk-nepuk dadanya. “ dalam kapal ini aku menghabiskan hidupku 15 tahun, menangis dan tertawa di atasnya” kata ayah Dae Chun sambil menunjukkan kapalnya. Dae Chun mendengarkan penjelasan ayahnya dengan rasa bersalah. ayahnya melanjutkan “tapi para orang Jepang membawa jaring ikan dan semua peralatanku. Ketika aku melihat kapal ini di sini dan berkarat hatiku juga ikut berkarat pelan-pelan. Lalu kemudian apa? Kau ingin melihat ayahmu ini melihat satu-satunya anak laki-lakinya menikahi gadis Jepang?aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Takan pernah”.
 
Dae Chun dengan sedih bilang “ ayah, aku tak bisa hidup tanpa Takako. Tak bisakah kau mengerti hati anakmu ini”. Ayahnya tetap keras kepala “ baiklah kalau begitu. Aku akan naik kapal ini dan berlayar untuk terakhir kalinya. Kau pergilah dan nikahi dia seperti yang kau harapkan. Aku tidak akan hidup untuk melihat itu terjadi. Pergi kau anak bandel”. Ayah Dae Chun siap-siap melepaskan jangkar kapal. Dae Chun menghela nafas dan berpikir dengan sedih lalu ia ikut naik ke atas kapal.


Ayahnya kaget dan tanya apa yang dilakukan Dae Chun. Dae Chun menjawab kalau ia juga akan ikut mati bersama ayahnya. Ia tidak bisa melihat ayahnya mati karena dia, tapi ia juga tidak bisa hidup tanpa Takako jadi untuk seseorang yang diposisinya sekarang tidak ada yang bisa dilakukan selain ikut mati bersama. Ayahnya tetap keukeuh dan bilang “baiklah aku juga tidak menginginkan menantu gadis Jepang
Dae Chun tetep keukeuh akan ikut mati bersama ayahnya.
ponsel Dae Chun berdering, dae chun ingin mengangkatnya tapi ayahnya meminta ponselnya karena kata ayahnya mana ada orang yang mau mati mengangkat ponsel. wkwkwk....
ayahnya dae chun menerima telpon dari suster di rumah sakit yang mengatakan kalau Takako akan meninggalkan rumah sakit.suster itu juga mengatakan kalau Takako sedang hamil. lantas saja ayah Dae Chun shock dan kaget sampai ponselnya jatuh. Dae Chun bingung atas sikap ayahnya.
ayah Dae Chun bilang Takako keluar dari rumah sakit bersama bayinya. Dae Chun bingung lalu sadar dan panik sambil berteriak bagaimana ini, Takako. ayahnya juga ikut panik dan bilang cucuku.... aneh pas ketauan hamil aja baru deh ckck... jangan ditiru yah teman-teman^^
lalu ayahnya bilang kita harus pulang dari laut ini. Dae Chun senang karena ayahnya punya ide untuk menyelamatkan mereka. ternyata kapal itu tidak ada kemudinya jadi ayahnya Dae Chun berteriak-teriak minta tolong. Dae Chun mau gak mau ikut teriak juga. mereka akhirnya ditolong oleh kapal patroli. setelah sampai di darat ayahnya Dae Chun menyuruh Dae Chun cepat pergi ke rumah sakit mencari cucunya .... aneh...
sesampainya di rumah sakit ternyata Takako sudah pergi. Dae Chun duduk di tempat tidur Takako merasakan saat Takako ingin pergi ia juga sempat duduk di situ dengan sedih.

suster datang dan memberikan surat yang dititipkan Takako untuk Dae Chun.
Dae Chun membaca surat itu. isi suratnya tentang semua perasaan Takako yang sangat senang mengalami saat-saat indah bersama Dae Chun saat pacaran. wuih flashbacknya bikin mupeng... oppa kamu jangan patah hati sama aku aja ^^

takako yang sudah sampai di rumahnya masih terlihat sedih. ibunya pun menanyakan bagaimana perasaannya Takako.
saat sedang berbicara dengan ibunya Takako mendengar suara ribut2 dari luar, ia pun lalu keluar kamar karena teringat Dae Chun.
ternyata benar, Dae Chun sedang berlutut di depan ayah Takako meminta restu. Takako berlari kearah Dae Chun yang mau dipukul lagi. ibunya menghalangi agar Takako tidak kena marah ayahnya lagi.

usaha kali ini gagal, Dae Chun tetap berusaha meminta restu dari ayah Takako.
Dae Chun datang ke pelabuhan dan saat melihat ayah Takako ia ingin berlutut tapi sayang ayahnya lalngsung menyuruh anak buahnya untuk menyeret Dae Chun keluar.
Dae Chun tak kenal lelah, ia tetap berlutut di depan rumah Takako


Takako berusaha membujuk ayahnya sambil menangis, tapi ayahnya tetap keras hati.


Takako masih membujuk ayahnya dan bilang kalau ia sangat mencintai Dae Chun sepenuh jiwa. tapi ayahnya tetep berkeras kalau Dae Chun itu orang Korea tidak sepadan dengan Takako.
karena sedih Takako berlari ke halaman dan bilang pada Dae Chun agar pulang saja, karena jika begitu terus ia akan sakit.

sedih liat scene ini T_T ........

ibu Takako sedih melihat anaknya bersedih....
Dae Chun menelpon ayahnya untuk mengabari keadaannya. ayahnya menyemangati Dae Chun agar berhasil membawa cucunya pulang. ia juga memberi nasehat agar Dae Chun menggunakan cara pintar untuk berhasil jangan malah membuatnya sakit.

saat akan kembali melanjutkan aksi berlututnya , Dae Chun dibawa paksa masuk mobil. Dae Chun berusaha berontak karena mengira akan diusir. ternyata di dalam mobil sudah ada Takako. mereka pun melepas rindu

ternyata itu ide ibunya. ibu Takako membawa Takako dan Dae Chun ke Korea
sementara di rumah Dae Chun ayahnya sudah sangat merindukan Dae Chun sampai-sampai ia merasa mendengar suara Dae Chun. padahal mah emang iya itu Dae Chun pulang.
setelah diyakinkan anaknya barulah ayahnya keluar dan mendapati Dae Chun pulang bersama Takako dan ibunya.

semuanya berkumpul di meja makan untuk beramah tamah sekaligus membicarakan pernikahan Dae Chun dan Takako. eh malah ketiga kakak Dae Chun yang ribut masalah baju pengantin Takako antara hanbook atau yang modern. karena menurut mereka Takako kalau pakai baju pengantin biasa maka perutnya akan keliatan kalau lagi hamil. ckck... malah repot^^



ibu Takako tinggal di hotel. lalu ketiganya berbincang-bincang. Dae Chun kelihatan senang mereka akan segera menikah. tetapi tidak dengan Takako. Takako juga khawatir pada ibunya akan kena marah ayahnya karena menentang keputusan ayahnya Takako.


ayah Dae Chun membagi-bagikan undangan pernikahan Dae Chun dan Takako kepada semua orang di dermaga.
kakak-kakaknya juga ikut menyebarkan undangan ke semua nelayan.
ayah Takako marah pada istrinya karena telah membangkang. istrinya mengingatkan kalau Takako sangat mirip dengan suaminya. ayah Takako sangat marah dan melarangnya mengungkit masa lalu. masa lalu apa yah yang ada kaitannya sama ayahnya Takako??? tunggu kelanjutannya.....
kembali ke sekarang. saat upacara pernikahan ayah Takako datang dan berhasil masuk ke tempat upacara pernikahan. ayah Takako memanggil Takako dengan lantang.
mendengar ayahnya datang membuat Takako ragu dan meminta maaf pada Dae Chun

Takako bilang ia tidak bisa menikah dengan Dae Chun sekarang. lalu Takako langsung berlari keluar. ayah Takako tertawa mendengar keputusan Takako.... dan ikut berjalan pergi dengan wajah senang.
Dae Chun shock mendengar perkataan Takako sampai bengong hahaha.....
 semua orang panik karena pengantin wanitanya melarikan diri. sementara Dae Chun yang sudah tersadar langsung berteriak memanggil Takako. ayah Dae Chun menyuruhnya untuk mengejar Takako. Dae Chun langsung berlari mengejar Takako.
bagaimana nasib Dae Chun dan Takako? akankah mereka berhasil menikah? bagaimana pernikahan impian mereka akankah terwujud diantara 2 perbedaan budaya Korea dan Jepang? masa lalu apa yang dimiliki ayahnya Takako? apakah mungkin ayahnya Takako dan ayah Dae Chun dapat berdamai? walaupun masing-masing punya alasan yang kuat sangat membenci? tunggu saja kelanjutannya di ep 2 ^^
<3 <3 <3

note : mian yah sinopnya gak detail hehe.... ini udah mengendap di draft 2 bulan sayang gak tayang. ntar kalau ada waktu bakal diupdate deh ^^
ffnya juga mian udah dibuat part 3 nya tapi belum sempet cari piku yang pas.... jd mian yah hehe....

4 komentar:

iis RF mengatakan...

mian mian ini piku udah ngendap di draft 2 bulan wkwkwwk... mau di pos pikunya aja ntr pada protes hehe...
jadi yah nikmatin aja
jyaaa... pede bgt ni merasa ada yang nungguin wkwkwwk.....

Devi Rouli mengatakan...

Seru seru... Ditunggu koq chingu kelanjutan episode 2nya :)

dewi terserah mengatakan...

di tunggu bnget part 3 nya, semangat...
tapi jng lama2 y coz penasaran bnget hehehe....^_^

Anonim mengatakan...

Terima kasih atas informasi menarik

Ada kesalahan di dalam gadget ini