Rabu, 05 Januari 2011

FanFiction Jae Shin Saranghe part 2

Cihuy ternyata banyak yang suka ma FanFiction buatanku ^_^ hehe… jadi semangat nerusinnya. Mungkin FF awalnya masih bercerita tentang Due Yun bagaimana ia jatuh cinta pada Jae Shin wkwkwk… trus jadi puny aide mo masukin cast tambahan hehe… gebetan baruku Im Ju Hwan. Jarang-jarang ada yeobo dan gebetanku dalam satu cerita wkwk… Cuma dalam mimpi hehe… makanya kuwujudkan mimpi itu wkwkwk… duile bahasanya…. Ngakak aku buat ni FF.
Langsung aja deh keburu di lempar sepatu ama pembaca
Judul : Jae Shin Saranghe part 2
Cast :

Yoo Ah In as Moon Jae Shin
Seo Woo as Kim Due Yun

 Im Ju Hwan as Kim Jun Ho (Im Ju Hwan jadi kakaknya Due Yun hehe ^_^)
Song Joong Ki as Gu Yong Ha
 

Part 2
Due Yun ditolong oleh seorang pemuda tampan, lalu saat ia ingin mengucapkan terima kasih si pemuda itu langsung kabur meninggalkan Due Yun yang masih terlihat kebingungan. Karena sudah merasa lelah berjalan-jalan di pasar dan mengalami kejadian yang tidak terduga. Due Yun memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah ia mengendap-ngendap masuk ke kamarnya. Di kamar ia sudah ditunggu oleh pelayannya dan segera mengganti hanboknya. Due Yun menarik nafas lega Karena ia tidak ketahuan. Ah Jin membantu Due Yun merapikan baju dan meriasnya.
Due Yun masih teringat kejadian tadi siang saat ia ditolong oleh pemuda misterius lalu tersenyum-senyum kecil. Ah Jin heran melihatnya dan bertanya “ nona bagaimana? Kau tadi sudah melihat calon suamimu?” Due Yun menggeleng membuat pelayannya tambah bingung. “nona, tapi sepertinya kau kelihatan senang sekali? Ada kejadian apa di pasar tadi?”tanya Ah Jin iseng. Due Yun pun lalu menceritakn kejadian yang menimpanya siang itu dari ia mulai diganggu berandalan dan diselamatkan oleh pemuda misterius.
Ah Jin terus menggoda Due Yun karena melihat mata Due Yun terus berbinar-binar saat menceritakan pemuda misterius itu. “ nona, pasti pemuda itu sangat tampan hingga wajah nona bersemu merah begini” goda Ah Jin. “tidak..tidak seperti itu Ah Jin, dia adalah pemuda yang baik datang disaat yang tepat. Tapi aku tidak sempat mengucapkan terima kasih” jawab Due Yun sedih. “ baguslah nona berarti kau punya alasan untuk bertemu dia lagi” goda Ah Jin. “kau ini, aku bilang bukan seperti itu!” kata Due Yun kesal terus digoda ah Jin. “ aih nona, kau pura-pura aku bisa melihat jelas di matamu. Kau terkena sindrom jatuh inta pada pandangan pertama…” goda Ah Jin. Due Yun makin kesal “ sudah cukup! Bicara apa kau ini?”. Ah jin langsung sadar lalu menutup mulutnya dan langsung buru-buru mengambil baju yang dipakai Due Yun menyamar dan kabur meninggalkan Due Yun di kamarnya. Due Yun memanggil-manggil Ah jin tapi Ah jin blang ia lupa tadi dipanggil nyonya besar.
Tinggalah Due Yun seorang diri di kamarnya. Due Yun terus melamun memikirkan siapa nama pemuda misterius itu dan apakah ia bisa bertemu lagi. Walau keras mengakui semua perkataan pelayannya, Due Yun mulai terpengaruh perasaannya dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apa ia benar-benar telah jatuh cinta?

Selang berapa hari sejak kejadian di pasar, Due Yun dizinkan ibunya untuk pergi berjalan-jalan dengan Ah Jin di pasar. Due Yun senang sekali bisa keluar rumah (selain punya harapan bisa ketemu lagi sama si pemuda misterius itu hehe). Ah Jin membeli perlengkapan yang dipesan nyonya besar. Due Yun hanya melihat dengan takjub menemani Ah Jin berbelanja. Saat asyik melihat-lihat bahan sutra, Due Yun melihat seseorang yang ia kenal sedang berjalan. Due Yun langsung ingat kalau orang itu adalah si pemuda misterius. Due Yun langsung berlari berusaha mengejarnya tanpa menghiraukan Ah Jin yang sedang asyik memilih bahan. Due Yun terus berlari dan ia kehilangan jejak. Due Yun terus memandang ke sekeliling dan berhasil mengikuti Jae Shin. Jae Shin yang merasa diikuti terus mempercepat langkahnya. 
Due Yun kehilangan Jae Shin lagi pas di tikungan. Setelah mencari tetap tidak kelihatan Due Yun tertunduk lemas dan berjalan pulang lalu ada seseorang yang memanggilnya. “mencariku?” Jae Shin muncul tiba-tiba dan memperlihatkan tampang juteknya. Due Yun menoleh dan tersenyum lalu menghampiri Jae Shin. “ tuan, kau masih ingat aku?” tanya Due Yun serasa berjalan mendekati Jae Shin. Jae Shin mengerutkan keningnya berusaha mengingat-ngingat lalu ia menggelengkan kepalanya. Due Yun tersenyum dan bilang “ kemarin di pasar kau menolongku dari para berandalan, kau ingat?”
“Oh itu” jawab Jae Shin pendek. “ lain kali jangan jalan sendirian di tengah keramaian, itu mengundang masalah” kata Jae Shin datar. Due Yun tersenyum senang karena ia sudah diingat. “tuan kemarin aku tidak sempat mengucapkan terima kasih. Gomawo atas semuanya” kata Due Yun membungkukkan badannya. Jae Shin tidak bergeming lalu balik bertanya “ sudah selesai?” lalu Jae Shin berbalik hendak pergi. Due Yun mengejarnya dan bertanya “ tuan, bolehkan aku tahu siapa namamu?”. Jae Shin mulai risih dan berteriak “ weiii… berhenti mengikutiku terus. Apa sebenarnya maumu hah?”. Due Yun terus mengikuti Jae Shin dan membuat Jae Shin cegukan hehe… “aku hanya ingin tahu siapa nama orang yang sudah menolongku” kata Due Yun tak mau ngalah. “ kau mengerti tidak yang barusan ku katakana?” bentak Jae Shin membuat Due Yun kaget dan tertunduk sedih. “ maafkan aku, maaf bila sudah mengganggumu tuan” kata Due Yun lirih. Jae Shin kaget dengan ekspresi Due yun dan mulai bersimpati tapi ia terus cegukan dan Jae Shin lebih memilih kabur dari situ wkwkwk….

Due Yun terus menatap punggung Jae Shin hingga menghilang di tikungan. Hatinya merasa sedih saat dianggap sebagai pengganggu. Due Yun pun langsung berjalan pulang. Di pintu gerbang rumahnya ternyata Ah Jin sudah menunggu dengan cemas. “nona, kau baik-baik saja?tanya Ah Jin. Due Yun hanya mengangguk dan tersenyum. “nona, kau membuatku khawatir. Jangan pergi lagi tanpa memberitahuku yah! Aku takut sekali. Aku takut kau hilang dan nyonya besar marah”. Kata Ah Jin sambil menangis. “sudah, yang penting aku sudah pulang”kata Due Yun sambil tersenyum. Lalu Due Yun masuk ke dalam kamarnya.

Jae Shin bertemu Yong Ha di kedai makan. Walau sudah lulus dari Sungkyunkwan mereka berdua sering bertemu sekedar mengenang masa-masa sewaktu di Sungkyunkwan. Sebenarnya Sun Joon dan Yoon Hee juga diajak untum minum bersama tapi karena kesibukan mereka menjadi Profesor Sungkyunkwan membuat keduanya sering tidak bisa datang. (plak… perasaan Sun Joon ma Yoon Hee mesra-mesraan mulu tuh ^_^). Seperti mala mini hanya Jae Shin dan Yong Ha yang datang.
“mereka tidak datang lagi?” tanya Jae Shin
“kau seperti tidak tahu saja kesibukan professor Sungkyunkwan” jawab Yong Ha sambil mengerjapkan matanya lalu dengan jahilnya bilang ke Jae Shin “apalagi mereka pengantin baru”. Wkwkwk.. Yong Ha menggoda dan memanas-manasi Jae Shin. 

Jae Shin hanya meminum araknya sampai habis tanpa ekspresi. “kau masih belum bisa melupakannya?” tanya Yong Ha sambil tersenyum genit. “ ah bicara apa kau?”kata Jae Shin kesal sambil menatap Yong Ha yang terus mengedip-ngedipkan matanya. “haha.. benar-benar kau harus membersihkan hatimu, kudengar kau sebentar lagi akan menikah. Haha… kau lebih beruntung dari aku” ledek Yong Ha. Jae Shin hanya diam memandang Yong Ha dengan kesal. “aigoo… kasihan sekali gadis itu” kata Yong Ha sambil memonyongkan bibirnya. “hah, apa?” tanya Jae Shin bingung. “gadis itu pasti akan menangis sepanjang malam ketika menikah denganmu” kata Yong Ha sambil memainkan cawannya. “cih… apa maksudmu?” tanya Jae Shin kesal lalu tiba-tiba ia teringat kejadian tadi siang saat melihat Due Yun sedih dibentak olehnya. (Jae Shin-ah kau tidak bisa melihat gadis menangis yah? Haha… aku mo ngambek pura-pura nangis minta dibeliin sate ah biar Jae Shin tambah sayang wkwkwk…. ^_^)
Yong Ha melihat Jae Shin termenung dan menganggetkannya. Jae Shin kesal karena kelakuan Yong Ha masih saja usil. Yong Ha tanya apa yang sedang dipikirkan Jae Shin. Jae Shin hanya menggeleng dan bilang ia tidak sengaja membentak seorang gadis hingga gadis itu kaget. yong Ha terus menggodanya dan bertanya apa gadis itu cantik? Hehe… tau jawaban Jae Shin? Jae Shin bilang kalau dia tidak tahu gadis cantik menurut selera Yong Ha seperti apa. Hehe… keduanya terus mengobrol hingga malam.
Kembali ke kediaman Due Yun. Due Yun membuka jendela kamarnya dan melihat bintang. Pikirannya melayang tentang kejadian tadi siang saat dia bertemu tuan penolongnya. Due Yun sedih karena dia dianggap pengganggu. Entah kenapa hatinya terasa sakit dan ia meneteskan air mata. Saat itu tak sengaja kakak Due Yun sedang melewati kamarnya dan melihat Due Yun menangis. Kakaknya Due Yun bernama Kim Jun Ho. (sesuai request mba aida RF hehe… tapi sayang yang main bukan Choi Siwon yah tapi Im Ju Hwan hehe… ^_^). Jun Ho mengira adiknya sedih karena memikirkan pernikahannya (padahal mah bukan wkwkwk…). Jun Ho lalu mendekati jendela kamar Due Yun. Due Yun terkejut melihat kedatangan kakaknya dan buru-buru menghapus air matanya dan tersenyum manis. Kakaknya hanya tersenyum sedih melihat adiknya berpura-pura sedang gembira. “mala mini sangat indah. Ayo temani kakakmu ini jalan-jalan” kata Jun Ho sambil ikut memandang langit. “hah?kita mau jalan kemana?”tanya Due yun senang. Lalu Due Yun segera bangun dan keluar dari kamarnya mengikuti kakaknya pergi ke suatu tempat. Sepanjang jalan Due Yun terus bertanya mereka mau kemana. Jun Ho hanya tersenyum dan menyuruh adiknya ikut saja jangan banyak nanya. Due Yun hanya diam mengikuti kakaknya dari belakang.
Ternyata Jun Ho membawa Due Yun ke sebuah pavilion di tepi sungai. Due Yun begitu terpukau melihatnya dan tersenyum senang. Due Yun berlari dan duduk bermain air di tepi sungai. Jun Ho ikut duduk di sebelah due Yun lalu mengelus kepala Due Yun. “orrabuni, kau aneh sekali hari ini? Ada apa?” tanya Due Yun aneh. Jun Ho hanya tersenyum lalu menjawab “ siapa yang hari ini aneh? Setidaknya aku tidak menangis”. “ orrabuni!” kata Due Yun malu. Jun Ho tersenyum dan berkata “ kau ingat kapan terakhir kali kau menangis?”. “apa?”Due Yun kaget lalu menggeleng. “ jun Ho tertawa “ kau ini, kau saja lupa berarti sudah sangat lama kan? Dulu aku pernah berjanji akan selalu membuat dongsaeng kecilku ini tersenyum. Tapi hari ini aku merasa tidak menepati janjiku” kata Jun Ho memndang Due Yun sedih. Due Yun terharu dan merasa bersalah pada kakaknya. “ mianhe orrabuni”.kata Due Yun tertunduk sedih. “apapun yang kau inginkan, keputusan apapun yang kau ambil aku akan mendukungmu” kata Jun Ho. (jun Ho ingin mengatakan kalau apapun keputusan Due Yun tentang pernikahan mau menerima atau menolak, Jun Ho akan mendukung keputusan Due Yun. Tetapi Due Yun salah mengartikan ia tidak bisa menjadi anak dan adik yang baik bagi keluarganya karena hampir saja ia jatuh cinta pada pria lain)
Jun Ho juga bilang kepada Due Yun kalau ia sedang kesal sering datang kemari dan berteriak sepuasnya hingga semua beban di hati ikut hilang. Jun Ho menyuruh Due Yun mengeluarkan seluruh beban yang ada di hatinya dan berteriak sekencang-kencangnya. Due Yun berteriak kencang dan ia merasa puas dan hatinya plong.
Setelah cukup puas berteriak keduanya pulang kembali ke rumah. Sesampainya di pintu gerbang ternyata semua pelayan cemas karena Due Yun maupun Jun Ho tidak pamit. Ibu mereka juga ikut cemas dan menunggu di depan gerbang. Due Yun kaget dan takut melihat ibunya marah dan kesal mencarinya. Jun Ho menyuruh Due Yun lekas masuk kamar. Due Yun memberi hormat kepada ibunya lalu pergi ke kamarnya. Ny Kim memandang kesal pada jun Ho. 
Jun Ho menemui ibunya di kamarnya. Jun Ho meminta maaf karena tidak pamit saat keluar tadi. “ kau ini kakaknya kan? Kenapa kau bukannya mengajarkan yang baik-baik malah menjerumuskannya?” tanya Ny Kim sinis. “apa maksud emouni?” Jun Ho balik bertanya. “ kau tahu kan adikmu itu akan segera menikah tapi kau malah mengajaknya keluar malam-malam begini?” kata Ny Kim marah. Jun Ho tersenyum sinis “ hah pernikahan? Pernikahan politik ini maksud emouni?”. “ apa maksudmu?” tanya Ny kim tajam. “ emouni, Due Yun putrid kesayanganmu. Mengapa kau tega menjodohkannya untuk kepentingan politik”. Kata Jun Ho . ibunya marah dan menggebrak meja. “ bicara apa kau? Semua ini untuk kebahagian adikmu. Memangnya tahu apa kau ini?” tanya Ny Kim marah. “ tapi emouni….” Belum sempat Jun Ho meneruskan pembelaanya, ibunya sudah memanggil pelayan untuk menyiapkan makanan untuk putranya karena Jun Ho belum makan dari tadi sore. (satu lagi bocoran Jun Ho ini paling gak berani nentang ayahnya Cuma rada ngelawan ama ibunya tapi ia tetap saja menyayangi ibunya walau wataknya keras). Mau tidak mau Jun Ho segera keluar dari kamar ibunya.

Sementara itu Due Yun di kamarnya meminta pelayannya Ah Jin untuk menceritakan lagi bagaimana sosok Jae Shin. “ nona bukannya waktu itu sudah aku ceritakan semuanya?” tanya Ah Jin bingung. “ sudah jangan banyak tanya. Kau ceritakan saja bagaimana sosok calon suamiku” jawab Due Yun tersenyum memlas. Akhirnya Ah Jin menceritakan kembali rumor tentang Jae Shin yang ia dengar. Tak jarang cerita Ah Jin menimbulkan rona merah di wajah Due Yun. (Due Yun memutuskan untuk melupakan semua kenangan tentang si penolong misterius dan mencoba belaajr mencintai calon suaminya kelak.
To Be Continued….

Bagaimana kelanjutannya yah ^_^!
Bagaimana ekspresi Due Yun saat bertemu tunangannya Jae Shin? Akankah ia merasa senang atau sedih? Apakah Jae Shin akan membalas cinta Due Yun ataukah membuat Due yun kembali menangis? Tunggu kelanjutannya. Mau koment silakan hehe… ^_^
Ini adalah part kesukaanku soalnya ada yeoboku dan gebetan baruku hehe… mantabssss… deh ^_^
Bocoran : part selanjutnya akan berisi pertemuan pertama Due Yun dan kencan pertama mereka wkwkwk… kayaknya bakalan seru nih ^_^

link terkait:
fanfiction: Jae Shin Saranghe part 1


13 komentar:

elok langita mengatakan...

aah,, my jaeshinn ^ ^

Anonim mengatakan...

Iya RF say:


Makin SERRRUUUU . . . ! !

awa mengatakan...

wuuuuuuuuiiiiih

KEREEEEEN !!!!

makin penasaran ueeeeyyyy :D

iis RF mengatakan...

hehe... ^_^ kalo suka koment dong!!!!
wkwkwk... menghilang stress nyusun skripsi malah buat FF wkwkwk... lebih gampang buat FF ternyata hahahaa... ^_^

Ari RF mengatakan...

wahhhhhhh ini mah poliandri wkwkkwkk,pikunya mendukung, untung bukan yong ha jadi gebetan Due Yun wkwkkw

iis RF mengatakan...

wkwkwk.... bukanlah ri bukan poliandri kan Due Yun cuma cimon ama si penolongnya. wkwkwk... setelah ngubek2 ri akhirnya dapet wkwkwk... tp cr scene yong ha yg lagi jail susah lupa di ep SKKS yg brp. klo thamra mah masih inget wkwkwk... belum lama nontonnya hehe...

tenang ri yong ha mah ada ntar FF tersendiri wkwkwk... ari mo jadi cast wkwkwk...
oiya ri karakternya jae shin gak berubah kan? wkwkwk... susah kayaknya buat dia romantis wkwkwk.... >_<

asri mengatakan...

interupsi mbak iis..
biar tambah seru Due Yun ada saingannya..biasanya kn di drama korea seperti itu tuh..cinta segi 3, segi empat sampai segi 5..
hemm..saingannya cewe cantik,Moon Geun Yong pas di painter of the wind..
hahhaa
*plaaakkk..ngaco mode on
^^

Pendidikan Teknik Mesin mengatakan...

saya mau ikut andil dalam FF ni, saya mau jd pmerannya, antaginis jg gpp,
yg penting jae shin buat mie doang

Asri Prawirodikromo (Acie) mengatakan...

aku kasih komen mbak,biar dilanjut FF part 3 nya..
nah ini komen yg ke9 kan,..
tenang,aku kasih komen yang banyak,
jadi..
lanjutkan...
wkwkwk

Asri Prawirodikromo (Acie) mengatakan...

yuueesss..
dah ada 9 komen..
jadi satu komen lagi bakalan diterusin FF part 3 nya..
hehheuaheuhau

Anonim mengatakan...

lanjutin lagi donk ka...

vanilaeru mengatakan...

bener mbak..bikin pihak ke-3. tapi yang cantik tapi berwajah malaikat gitu..

san_san mengatakan...

lanjutan kapan yaa???

Ada kesalahan di dalam gadget ini