Tampilkan postingan dengan label all about SD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label all about SD. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Juni 2010

sekolah RSBI

RINTISAN SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL
RSBI dan SBI mungkin sedang naik daun akhir-akhir ini. Banyak sekolah – sekolah berlomba-lomba untuk menjadi sekolah RSBI. Banyak orangtua murid pun merasa bangga jika anaknya bisa masuk sekolah RSBI. Yah bisa dibilang sekolah negeri ataupun swasta yang berlabel RSBI merupakan sekolah bonafit. Bagaimana tidak? Pengantar menggunakan bahasa inggris, ruangan ber-AC, fasilitas computer atau ruang media lengkap. Ayo siapa orang tua yang gak mau anaknya masuk sana? Karena itulah masuk sekolah berlabel RSBI atau SBI rada susah. Contohnya saja masuk SMP RSBI seperti SMP 30 di daerah Jakarta utara, masuk pertama seleksi nilai UASBN yang diterima rata-rata jumlahnya 27 lebih (rata-rata 9 semua), setelah lulus belum sampai disitu tesnya. Ada lagi tes tertulis lalu wawancara.
Untuk anak pintar dan kaya mungkin mudah masuk sekolah berlabel RSBI atau SBI tetapi bagaimana dengan anak yang pintar tetapi kurang mampu. Walaupun mungkin lulus tes tetapi dibayang-bayangi uang sekolah yang lumayan rada besar yakni sekitar 500rb rupiah perbulan mungkin bersekolah disana hanya mimpi semu belaka.
Pertanyaannya adalah apakah sudah sesuai pemerataan di bidang pendidikan sementara dengan diadakannya sekolah RSBI, SBI, SSN, Reguler terdapat pengotak-otakan sekolah. Sehingga murid yang bersekolah disana pun sudah dikotak-kotakkan. Anak yang kurang pintar serta kurang mampu masuk sekolah Reguler yang notabene nya GRATIS, anak pintar tapi kurang mampu masuk sekolah SSN, anak pintar dan kaya lah yang boleh masuk sekolah berlabel RSBI dan SBI.
Maka tak heran jika ada pepatah yang mengatakan “mau pintar itu MAHAL”
Pendidikan sekarang memang sudah sangat mahal. Karena itulah perlu adanya kesadaran orang tua dalam mempersiapkan dana pendidikan bagi anaknya. Terutama yang mau jadi orang tua, mulai dari sekarang kayaknya harus nabung untuk pendidikan anak kita kelak. Apakah kita mau anak kita nanti mendapatkan pendidikan ala kadarnya? Anak-anak kita adalah calon penerus bangsa, bagaimana pemimpin-pemimpin Indonesia kelak ditentukan dari baik tidaknya pendidikan saat ini. Belajarlah dari Negara Jepang yang sehabis di bom atom oleh sekutu dapat bangkit dengan cepat karena yang pertama mereka benahi adalah bidang pendidikannya. Bagaimana dengan Indonesia?
»»  READMORE...

pendidikan

PENDAFTARAN SISWA BARU SD 2010/2011
Pendaftaran siswa baru SD tahun ini terbilang baru karena menggunakan system online.
Jadi SD-SD negeri hanya mendaftarkan siswa baru langsung lewat computer dan Dinas langsung menyeleksinya. Persis seperti pendaftaran siswa baru SMP atau SMA. Masalahnya yang menjadi acuan dalam menyeleksi adalah umur peserta didik. Untuk tahun ini batasan umur yakni per tanggal 12 Juli 2010 umurnya 6 tahun pas tidak boleh kurang. Karena jika kurang dari 6 tahun maka computer tidak dapat memprosesnya. Hal tersebut jadi batu sandungan bagi peserta didik yang walaupun lulus TK, bisa baca, menulis dan berhitung tapi umurnya kurang 1 hari tetap tidak bisa mendaftar sebagai murid SD. Amat sangat disayangkan memang. Tak banyak orang tua yang protes karena anaknya sudah lulus TK besar dan pintar baca berhitung tapi tak lolos seleksi murid baru SD karena gagal di administrasinya yakni umurnya kurang dari beberapa bulan bahkan hari.
Kebijakan pemerintah ini pun mendapat tanggapan pro dan kontra dari para calon orang tua murid. Ada yang mendukung tapi banyak yang mengecam karena anak mereka tidak bisa masuk SD tahun ini melainkan tahun depan.
Mungkin Pemerintah menerapkan kebijakan seperti ini agar tidak ada lagi sekolah yang meng-uangkan pendaftaran siswa baru yang memang sudah diumumkan gratis tapi masih bayar.
Yang jadi pertanyaan adalah apakah cara ini efektif? Jika sekolah banyak yang tidak meloloskan calon siswa baru yang mendaftar karena umur lalu sekolah banyak yang kekurangan murid. Apakah siswa yang lulus TK, sudah mahir baca tulis hitung dapat diperbolehkan mendaftar SD? Kita tunggu saja berita selanjutnya.
Tetapi yang pasti dengan adanya kebijakan ini lulus TK bukan jaminan diterima SD negeri, karena memang seharusnya yang menjadi acuan dalam menyeleksi siswa baru adalah umur. Itu semua juga diluar dari factor-faktor yang ada dalam diri anak. Misalnya saja sekolah tidak tahu apakah anak yang mendaftar ini masih dibatas anak normal. Karena saat mendaftar anak boleh tidak dibawa dan sekolah pun tidak bisa memilih-milih siswa yang akan diterimanya. Walaupun banyak didengungkan akhir-akhir ini sekolah inklusi tetapi tidak semua orang tua menerima dengan lapang dada anaknya dengan segala keunikannya. Yah semoga saja kebijakan yang dibuat Pemerintah kali ini juga akan sama-sama diterima dengan ihklas oleh orang tua murid, guru, dan Pemerintah. Sehingga tidak aka nada pihak yang merasa dirugikan dengan adanya kebijakan ini.
»»  READMORE...